ISU GENDER DAN SEKSUALITAS DALAM ISLAM (Gender Society True The Eyes of Islam)
Oleh : dr. Nafisa Tahira

Seksualitas bukanlah hal yang tabu. Seksualitas merupakan pembahasan yang umum terjadi. Namun, pembahasan tersebut tidak untuk bahan candaan atau guyonan. Berdasarkan data, bahwa dewasa ini banyak terjadi perilaku menyimpang. Salah satunya yaitu maraknya laki-laki berpakaian seperti wanita dan sebaliknya. Kasus lebih berat lagi terjadi di beberapa kota, seperti adanya pesta gay yang diorganisir. Penyimpangan-penyeimpangan tersebut banyak bermunculan dan disebarluaskan di media sosial.
Berdasarkan data dari liputan 6, bahwa di Bogor, pada pertengahan tahun lalu, aparat kepolisian menggrebek pesta gay di kawasan villa Puncak, Mega Mendung Bogor. Polisi menangkap 75 laki-laki yang terlibat dalam pesta gay tersebut. Terdapat barang bukti berpa bra getar dan alat kelamin wanita berbahan silikon (Egeham, 2025).
Tidak hanya data dari liputan 6 di atas, bahwa berdasarkan data dari republika yang ditulis sejak 2016, di Bekasi justru terdapat 19 zona pertemuan gay. Beberapa diantaranya yaitu pusat perbelanjaan dan tempat hiburan. Ada beberapa istilah bagi kelompok mereka yang sudah diwadahi, yaitu Prigen (Pria Genit), GAYa Muda Bekasi, dan Ikatan Kasih Bekasi (IKB). Rata-rata gay berasal dari kalangan menengah dan berpenghasilan di atas Rp 2,5 juta (Syalaby, 2016).
Seseorang normalnya berperilaku sesuai fitrahnya. Perempuan berperilaku seperti seorang perempuan dan laki-laki berperilaku seperti laki-laki. Perempuan ketika ia tumbuh, ia memiliki fitrah seksualitas keibuan. Begitu pun sebaliknya. Namun, isu saat ini yaitu adanya penyimpangan seksualitas. Dimana perempuan tidak ingin disebut sebagai “she”, melainkan “he”. Dan laki-laki tidak ingin disebut “he”, melainkan “she”.
Pelaku LGBT menganggap bahwa tindakannya merupakan hak untuk dirinya. Mereka menganggap bahwa LGBT bukanlah perbuatan yang menyimpang. Mereka menganggap bahwa orang yang menyalahkannya-lah yang melanggar hak asasi manusia.
Adapun penyebab adanya penyimpangan di atas diantaranya yaitu:
1. Krisis Identitas
Saat mengalami perkembangan, seorang anak tidak meyakini akan gendernya sendiri. Ia yang ber-gender laki-laki, namun memiliki ketertarikan untuk menjadi perempuan, dan sebaliknya.
2. Pola Asuh
Pola asuh yang tidak sesuai akan membentuk anak melakukan penyimpangan. Misal, seorang anak perempuan tumbuh di tengah saudaranya yang laki-laki. Ia sering dipakaikan pakaian laki-laki sejak kecil sampai besar. Hingga akhirnya ia bertingkah laku seperti lak-laki.
3. Tayangan
Seorang anak yang terbiasa menyaksikan tayangan berupa penyimpangan, seperti tayangan transgender, secara continued, maka akan berdampak terhadap penyimpangan gender.
Jika ada seorang yang memiliki perasaan lebih terhadap sesama jenis, maka wajib bagi orang tua, guru, masyarakat, untuk mengingatkannya dan mengarahkannya untuk melawan rasa suka tersebut. Selain itu, menjaga jarak kepada lawan jenis yang ia sukai juga perlu dilakukan, mengurangi aktivitas bersama walaupun di hati ingin selalu bersama.
Bagi pelaku LGBT, hendaklah bertaubat kepada Allah swt. Karena hal tersebut sudah melanggar ketentuan Allah swt. Berdasarkan ayat Al Qur’an pada QS. An Naml ayat 55 yaitu,
اَىِٕنَّكُمْ لَتَأْتُوْنَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِّنْ دُوْنِ النِّسَاۤءِۗ بَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُوْنَ ٥٥
“Mengapa kamu mendatangi laki-laki, bukan perempuan, untuk (memenuhi) syahwat(-mu)? Sungguh, kamu adalah kaum yang melakukan (perbuatan) bodoh.”
Dalam surat lain, Allah juga menerangkan bahwa Dia Maha Pengampun atas kesalahan para hamba-Nya. Hal ini dijelaskan dalam QS. Az Zumar ayat
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
"Katakanlah (Nabi Muhammad), 'Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas (dengan menzalimi) dirinya sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang."
Sumber :
- Liputan 6
- Republika
Editor :َ Qothrun Nada
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
PROGRAM PEMAGANGAN APBD DKI JAKARTA TA. 2026 HOTEL JS LUWANSA
Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Kota Administrasi Jakarta Selatan bekerja sama dengan Hotel JS Luwansa membuka Program Pemagangan APBD TA 2026. Tersedia posisi untuk
Ukur Kognitif Siswa melalui Kegiatan ASASG
Asesmen Sumatif Akhir Semester Ganjil (ASASG) merupakan salah satu metode evaluasi untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran yang ada pada sebuah lembaga pendidikan. SMK Yaspia m
Kolaborasi Tim Rohis dan Tim Pembinaan dalam Menciptakan Masjid yang Bersih dan Rapi
Dalam upaya menjaga kenyamanan dan kekhusyukan jamaah dalam beribadah, para murid diamanatkan untuk membersihkan area masjid yang dilaksanakan pada setiap hari Jum'at. Kegiatan rutin in
Pemilihan Ketua OSIS dan Rohis SMK Yaspia 2025 Digelar secara Online
OSIS merupakan organisasi siswa yang ada di dalam dan di lingkungan sekolah OSIS berperan sebagai salah satu dari empat jalur pembinaan kesiswaan, selain latihan kepemimpinan, extra kul
SMK YASPIA GELAR AKSI DEBAT PEMILIHAN KETUA OSIS DAN ROHIS TAHUN 2025-2026
Debat Kandidat Ketua OSIS dan ROHIS SMK Yaspia Tahun 2025–2026 berlan
Semarak Bulan Bahasa
Tampak berbeda dari biasanya, SMK Yaspia penuh dengan semarak para siswa. Tepat pada tanggal 20-21 Oktober 2025, SMK YASPIA mengadakan lomba bulan bahasa. Menurut salah satu gu
TIM PUBLIC AREA; CIPTAKAN LINGKUNGAN BERSIH, RAPIH DAN INDAH DI SMK YASPIA
Lingkungan dan diri yang bersih merupakan salah satu bentuk iman seseorang. Sebagaimana Rasulullah saw. bersabda at thahuuru syathrul iimaan. Bahwa kebersihan adalah bagian dari iman. T
LAUNDRY SMK YASPIA: PRAKTIK NYATA PEMBELAJARAN BERBASIS ENTREPRENEURSHIP
SMK Yaspia merupakan salah satu sekolah kejuruan yang berkomitmen untuk membekali siswanya dengan keterampilan praktis yang bermanfaat di dunia kerja. Salah satu bentuk penerapannya ada
DAPOER YASPIA; WUJUD KURIKULUM BERBASIS INDUSTRI
Menurut Ma'ruf, dalam bukunya yang berjudul Pendidikan Vokasi untuk Ekonomi Kreatif: Strategi, Inovasi, dan Transformasi, menjelaskan bahwa kolaborasi antar sekolah vokasi dan industri
KOMPETISI KOKI MUDA KOEPOE KOEPOE
Menurut Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, bahwa kuliner merupakan tiga subsektor unggulan yang memberi dampak ekonomi kreatif signifikan di Indonesia. Oleh sebab itu, K
